Bulukumba – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Bulukumba sejak Jumat malam hingga Sabtu pagi (05/07/2025) menyebabkan banjir di berbagai titik. Sejumlah pemukiman warga terendam air, akses jalan terganggu, dan aktivitas masyarakat lumpuh total.

Namun, di balik musibah banjir ini, muncul suara lantang dari tokoh masyarakat yang di segani menyoroti akar persoalan. H. Naim Gani, salah satu tokoh berpengaruh dan disegani di Bulukumba, menegaskan bahwa bencana banjir ini bukan sekadar soal curah hujan tinggi, tapi juga akibat dari maraknya tambang pasir ilegal yang merusak lingkungan.
“Ini bukan lagi sekadar bencana alam. Ini bencana buatan manusia! Tambang-tambang ilegal di Bulukumba yang dibiarkan beroperasi secara brutal telah merusak struktur alam. Sungai dangkal, hutan gundul, drainase rusak—itulah yang membuat banjir meluas ke mana-mana,” tegas H. Naim saat ditemui di salah satu warkop di pusat kota Bulukumba, Sabtu pagi.
Tak hanya itu, H. Naim juga menuding adanya pembiaran sistematis dari aparat penegak hukum (APH) polres Bulukumba dan instansi terkait. Ia menduga ada kerja sama gelap antara pemilik tambang ilegal dan oknum yang seharusnya menegakkan hukum.
“Kita minta Kapolres Bulukumba dan jajaran segera bersikap tegas! Jangan sampai masyarakat menganggap aparat sudah ikut bermain. Kalau dibiarkan, ini bukan cuma soal banjir—ini soal nyawa, masa depan generasi kita!” tambahnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian maupun instansi lingkungan hidup terkait tudingan tersebut.







