GOWA — LACAK TARGET.Com //  Semangat membumikan Al-Qur’an terus bergema di Samata, Kabupaten Gowa. Menjelang peringatan Hari Santri Nasional 2026, Rumah Qur’an (RQ) Ummu Syahidah, Borong Raukang, Kelurahan Samata, menggelar zikir, doa bersama dan Jumat Berkah, Jumat (2/10/2026) sore.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Mengusung tema nasional “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”, kegiatan tersebut berlangsung penuh kekhidmatan dan keakraban. Sebanyak 170 santri bersama orang tua, para muhsinin, Majelis Taklim Al-Kahfi serta sejumlah tokoh masyarakat turut hadir. Salah satu tokoh yang hadir yakni Prof. Dr. Muh. Anwar, M.Pd., guru besar Bahasa Jerman Universitas Negeri Makassar (UNM).

Pimpinan RQ Ummu Syahidah, Ustaz Bakriadi, mengatakan kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni menyambut Hari Santri. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang mempererat silaturahmi antara pembina, santri, orang tua dan masyarakat sekitar.

“Alhamdulillah saat ini jumlah santri kami di RQ Ummu Syahidah Samata sudah mencapai 170 orang. Terdiri dari anak-anak, dewasa dan orang tua,” ujar Ustaz Bakriadi.

Menurutnya, proses pembelajaran Al-Qur’an di RQ Ummu Syahidah dilaksanakan dalam empat waktu, yakni pagi, siang, sore dan malam. Hal tersebut dilakukan untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat dengan berbagai kesibukan agar tetap bisa belajar Al-Qur’an.

Yang menarik, RQ Ummu Syahidah tidak memungut biaya bagi masyarakat yang ingin belajar maupun menghafal Al-Qur’an.

“Tujuan kami untuk membantu anak-anak dan masyarakat umum yang ingin belajar atau menghafal Al-Qur’an tanpa dipungut biaya,” katanya.

Bakriadi mengungkapkan, kiprah RQ tersebut telah dimulai sejak dirinya pindah ke Samata pada 2008. Namun, eksistensi RQ Ummu Syahidah semakin berkembang dalam lima tahun terakhir, terutama sejak 2022.

Tak hanya di Gowa, Bakriadi juga memiliki RQ Ibnu Bahar Lawa Al Barokah di Kabupaten Jeneponto.

Ia menegaskan, momentum Hari Santri menjadi kesempatan untuk kembali mengingat besarnya kontribusi santri dalam perjalanan bangsa Indonesia.

“Hari Santri Nasional diperingati setiap 22 Oktober di Indonesia. Peringatan ini menjadi momentum untuk mengenang dan menghargai kontribusi santri dalam perjalanan sejarah bangsa,” tandasnya.

Suasana kegiatan semakin semarak dengan tausiah yang disampaikan Ustaz Abu Dzar. Penampilan grup rebana dan shalawatan dari Ponpes Miftahul ‘Ulum Je’nemadinging, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Gowa, turut mengiringi rangkaian kegiatan.

Sementara itu, salah seorang muhsinin, Jamal bin Abd Hamid, menyampaikan apresiasinya terhadap perjalanan RQ Ummu Syahidah.

Ia mengaku bangga melihat perkembangan RQ tersebut, khususnya dalam mencetak para hafiz dan hafizah Al-Qur’an.

Kegiatan zikir, doa dan Jumat Berkah ini pun menjadi bagian dari ikhtiar RQ Ummu Syahidah untuk terus menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sekaligus membangun generasi santri yang tidak hanya mampu membaca dan menghafal Al-Qur’an, tetapi juga mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Dari Samata untuk Indonesia, semangat santri terus menyala. (*)

Share :