BONE – LACAKTARGET.com // Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang masih terus melanda masyarakat Kabupaten Bone kian mengemuka. Situasi yang dirasakan warga semakin memprihatinkan, di mana pasokan kerap tidak tersedia di titik-titik pelayanan, sementara kebutuhan harian warga justru mendesak.

Di tengah kegelisahan yang meluas, muncul dugaan kuat adanya keterlibatan pihak tertentu yang mengendalikan aliran BBM untuk kepentingan pribadi. Berdasarkan laporan yang diterima awak media dari seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan demi keselamatan diri dan keluarganya, terungkap nama berinisial MR yang berdomisili di Kecamatan Mare, Kabupaten Bone, diduga menduduki peran sentral dalam pengaturan pasokan tersebut.
“Sebenarnya MR ini hampir menguasai seluruh penyalur yang ada di Mare, Pak. Sebab dialah yang menawarkan harga beli paling tinggi dibandingkan yang lain.”
Demikian pernyataan tegas yang disampaikan pelapor kepada awak media pada Jumat (2/10/2026).
Berdasarkan keterangan yang diterima, dugaan penguasaan ini diduga menjadi penyebab utama terhambatnya distribusi BBM secara wajar. Dengan menawarkan harga pembelian yang lebih tinggi, pihak yang bersangkutan dikabarkan dapat mengendalikan para penyalur, sehingga pasokan yang seharusnya disalurkan secara merata kepada masyarakat justru beralih ke tangan yang dapat memberikan keuntungan lebih besar — bukan kepada yang paling membutuhkan.
Kondisi ini tentu sangat merugikan lapisan masyarakat yang berpenghasilan pas-pasan. Banyak warga harus mengantre berjam-jam, bahkan pulang dengan tangan hampa, sementara di tempat lain atau di luar wilayah Kabupaten Bone, bahan bakar tersebut dikabarkan beredar dengan harga jauh lebih tinggi.
Hingga saat ini, belum ada klarifikasi resmi dari pihak yang diduga maupun dari instansi terkait atas dugaan ini. Awak media akan terus memantau perkembangan kasus ini dan mendesak aparat penegak hukum serta dinas terkait untuk segera menelusuri kebenaran informasi tersebut. Masyarakat berharap agar kelangkaan ini segera ditangani tuntas, siapa pun pelakunya harus ditindak tegas, dan distribusi BBM kembali berjalan adil, transparan, serta dapat dinikmati seluruh warga Kabupaten Bone tanpa terkecuali.
Kami mengajak seluruh masyarakat yang memiliki informasi terkait hal serupa untuk berani menyampaikannya kepada pihak berwenang atau awak media, dengan jaminan kerahasiaan identitas demi keselamatan bersama.
( Laporan : Tim Investigasi)







