WAJO – LACAKTARGET.com // Keberadaan sejumlah tempat usaha yang berkedok warung makan di sepanjang Jalan Poros Palopo, tepatnya di wilayah Desa Lalliseng, Kecamatan Keera, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, menuai kekhawatiran mendalam sekaligus kecaman dari masyarakat setempat. Lokasi strategis yang berada di jalur lintas utama Trans Sulawesi itu diduga menjadi sarang aktivitas prostitusi yang berlangsung diam-diam dan sudah berjalan cukup lama.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Berdasarkan informasi yang dihimpun redaksi dari warga dan sumber terpercaya di lokasi, tempat-tempat tersebut tidak sekadar melayani jasa makan dan istirahat bagi pengendara yang melintas. Di balik tampilan usaha kuliner, tersembunyi penawaran layanan seksual yang ditawarkan secara sembunyi-sembunyi kepada para pengunjung, terutama sopir truk dan kendaraan perjalanan jarak jauh.

“Modusnya jelas berkedok warung makan. Saat tamu datang, awalnya dilayani seperti biasa, namun tak lama kemudian ditawarkan layanan lain di luar usaha makan. Tarifnya bervariasi, berkisar antara Rp150 ribu hingga Rp250 ribu untuk satu kali pertemuan,” ungkap salah satu sumber yang meminta namanya tidak dipublikasikan, Sabtu (11/7/2026).

Sumber menambahkan bahwa sebagian besar perempuan yang bertugas di tempat tersebut diduga bukan warga asli Wajo, melainkan didatangkan dari daerah luar, salah satunya dari Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. Hingga kini, informasi ini masih menunggu verifikasi resmi dari pihak berwajib.

Karena berada di jalur sibuk yang menghubungkan wilayah Sulawesi Selatan, Palopo hingga kawasan industri Morowali, aktivitas ini dinilai sangat meresahkan. Warga khawatir kondisi tersebut dapat merusak tatanan sosial, menimbulkan gangguan keamanan lingkungan, serta membahayakan moral generasi muda setempat.

Menyikapi hal itu, masyarakat setempat dengan tegas mendesak aparat penegak hukum bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Wajo untuk segera turun tangan. Penyelidikan mendalam serta tindakan penertiban tegas sangat dinantikan agar praktik ilegal ini segera diberantas dan tidak berlarut-larut.

“Kami harap aparat tidak menutup mata. Segera periksa dan tertibkan tempat itu. Jangan sampai jalur utama ini dicap sebagai lokasi aktivitas yang melanggar hukum dan norma kesusilaan,” tegas salah satu warga yang merasa terganggu dengan keberadaan tempat tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari kepolisian maupun Satpol PP Wajo terkait laporan dan dugaan aktivitas ilegal tersebut. ( Tim Redaksi )

Share :