BONE – LACAKTARGET.com // Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis solar pada sejumlah SPBU di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan menjadi sorotan, kuat dugaan solar yang ada di Bone sengaja dibeli oleh pengusaha lalu diselundupkan ke daerah lain.

Dari informasi yang di himpun LACAK RI sejumlah pengusaha terlibat atas kasus penyeludupan Solar ini. Mulai dari pengusaha Solar, Sekertaris Desa (Sekdes) yang di duga turut terlibat penyelundupan BBM jenis solar.
Ketua umum LACAK RI MUSTAFA SH.,MH. Selaku aktifis Hukum
Memergoki mobil Trak warna merah bernomor polisi DW 8026 AP. Di duga lokasi rumah sekdes ulo’e sedang bongkar muat solar,dari mobil grand max Box ke mobil Trak warna merah.
“Kelangkaan ini disebabkan adanya dugaan permainan oknum di SPBU dan Pengusaha Solar. Banyak terlibat dilingkaran ini termasuk ada oknum Sekdes di daerah ulo’e Terangnya kepada kepada Awak Media LACAKTARGET.com (18/03/2026).
Dia menyebut, solar yang telah ditampung oleh oknum tersebut dan komplotannya selanjutnya akan dijual ke daerah Siwa Kabupaten Wajo.
Dari laporan warga setempat kepada KETUA UMUM LACAKRI ( KETUM LACAK RI ) Kalau ini Sekdes ulo’e sudah bukan rahasia umum lagi.
Dia pemain lama di Solar. Dulu memang pak sekdes sering isi mobil tangki Berbagai Merk PT, namun sekarang dia pake mobil Trak dan mobil grand max pickup. Selain itu ada beberapa pemain baru juga namun yang dibelakang mereka juga di dalangi pemain lama,” Terangnya.
Lebih jauh,menjelaskan, bahwa solar subsidi yang berasal dari Bone ini akan diterima oleh sekdes ulo’e kemudian, di pindahkan ke mobil Trak berwarna merah, yang antar solar ke siwa melalui jalur darat. pengusaha yang ada siwa kemudian menjualnya kembali perusahaan tambang nikel dengan harga solar industri.
Mustafa SH.,MH menyangkan adanya dugaan sekdes yang ikut terlibat dalam praktik penyelundupan solar ke luar daerah.
Mustafa SH,.MH meminta pada aparat hukum untuk menindaklanjuti atas adanya temuan ini,dan memberikan saksi hukuman yang berlaku.tutupnya
Saat Awak Media ingin kompirmasi pak sekdes lewat pesan sikat mau pun telpon,tapi tidak ada respon/jawaban dari sekdes tersebut.
Saat berita ini di terbitkan belum ada konfirmasi dari pihak sekdes ulo’e. ( Tim Media )







