BONE – LACAKTARGET.com // Sikap tak pantas ditunjukkan oknum pegawai SMA Negeri 14 Bone , saat mendapatkan kunjungan Ketua LAKI Bone bersama Biro bataramedia.id di halaman sekolah Kamis (09/10/2025). Oknum tersebut diduga bersikap arogan mengusir secara kasar.

Kejadian tersebut bermula ketika Ketua LAKI Bone Amran bersama Biro bataramedia.id, bermaksud bertemu kepala SMA 14 Bone Mubarak untuk melakukan konfirmasi terkait sejumlah kebijakan dan isu pungli di sekolah tersebut. Namun, oknum Pegawai yang belum diketahui identitasnya datang berlagak jagoan dan bersikap arogan dan diskriminatif hingga mengusir keluar.
Perlakuan diskriminatif juga saat hendak masuk diwajibkan mengisi buku tamu. Dimana disaat yang hampir bersamaan informasinya datang tamu dari Provinsi namun kami melihat di register tidak terlihat adanya tamu yang mengisi buku register tamu. Saya sempat pertanyakan tapi katanya tamu yang datang sudah ada janjian sebelumnya dengan kepsek.
Informasi petugas loket menyebut buku register dan aplikasi tamu yang tersedia sudah terintegrasi dengan dengan nomor ponsel kepala sekolah. Sehingga tamu yang datang mengisi form tersebut mendapatkan notifikasi langsung ke kepsek jika ada tamu yang ingin bertemu.
Sembari dipersilahkan menunggu karena kepsek sedang menjamu tamu. Kami menerima itu sebagai bentuk etika dan tak mungkin kami akan menerobos jika ada tamu. Tak berselang lama tamu yang dimaksud keluar dan Kepsek pun juga terlihat ikut membersamai keluar memakai mobil informasinya akan menjamu makan siang.
Ketua Laskar Anti Korupsi Indonesia Amran mengaku kaget dengan sikap Oknum Pegawai SMA Negeri 14 Bone yang berlagak sok jagoan dan arogan kepada LSM dan Wartawan. Sikap yang diperlihatkan sama sekali tidak mencerminkan sikap profesional dalam menjalankan tugas apalagi ini institusi pendidikan yang semestinya menjadi pilar terdepan dalam memberikan keteladanan.
Secara kelembagaan kami datang sebagai sosial kontrol dan di lindungi Undang-Undang. Jika tugas kami dengan sengaja mendapatkan tindakan diskriminatif apalagi sampai arogan itu pelanggaran Pidana yang tidak bisa di tolelir. Ungkapnya
Mantan ketua PSI ini juga menyayangkan terkait layanan publik yang ada di SMA Negeri 14 Bone yang terkesan berbelit-belit dan tidak tidak ramah dan santun dalam memberikan pelayanan.
“Jika memang ingin menerapkan aturan dan prosedural ya mestinya jangan pandang bulu. Harus berlaku sama biar tak kesan diskriminatif terhadap tamu yang datang.
Kami sepakat jika pihak sekolah responsif terhadap tamu yang datang ini sebagai bentuk antisipasi guna mencegah adanya tindakan atau kegiatan yang bisa berakibat buruk di lingkungan sekolah. Tapi tentu itu harus dilakukan dengan cara yang transparan, santun dan ramah. Bukan malah seolah pasang badang dan berlagak sok jagoan. tutupnya
Setelah berita ini di terbitkan belum ada konfirmasi dari pihak sekolah mau pun kepala sekolah.







