BONE – LACAKTARGET.com // Di keheningan yang seharusnya memeluk lelap,
Perumahan Bumi Cilellang Mas mendadak riuh gemuruh,
Jumat dini hari pukul 01.00 Wita, 7/8/2026, Satu kisah perih terungkap, menyayat hati setiap orang yang menyimak.

Ia bekerja jauh di Palopo, membelah lelah demi rumah ini,
Menumpahkan keringat, menahan rindu, berharap kasih yang setia,
Namun kabar tak sedap sampai ke telinga keluarga di kampung halaman,
Ada sosok yang datang berkali-kali, melintas hingga malam larut memeluk gelap.
“Yang gerebek itu keluarga suaminya. Suaminya ada di Palopo, dia bekerja di sana,”
Ujar warga dengan suara bergetar, menyembunyikan nama demi kehati-hatian,
Kendaraan Yamaha N-Max sering terlihat parkir di sana,
Saat sang penopang hidup justru berjuang di tempat jauh dan asing.
Pintu diketuk pelan, namun sunyi menyambut di baliknya,
Hanya tatapan curiga yang terintip dari celah jendela,
Kesabaran pun luntur, pintu terbuka menampakkan kenyataan pahit,
Di dalam kamar, harapan setia hancur berantakan seketika.
Pria itu tergesa merapikan pakaian yang belum rapi,
Seolah tak siap menghadapi bayang-bayang dosa yang terbongkar,
Pengorbanan jauh merantau, hari-hari lelah demi keluarga,
Balasannya justru luka dalam, penghianatan di saat dini hari buta.
Amarah meledak, tangis menyatu dengan keributan,
Warga berdatangan menyaksikan kisah pilu yang tak diduga,
Sunyi perumahan yang biasa damai, kini gaduh oleh kekecewaan,
Atas kasih yang dijual, atas janji yang diingkari tanpa rasa.
Hingga kini kebenaran belum terungkap sepenuhnya,
Belum ada keterangan resmi dari pihak berwajib maupun yang terlibat,
Kami tetap menjunjung praduga tak bersalah sampai fakta nyata terlihat,
Namun satu hal yang terasa: betapa getirnya pengorbanan dibalas penghianatan.
Kami membuka ruang klarifikasi bagi semua pihak terkait,
Agar kisah ini terungkap adil, tak ada yang terzalimi,
Karena setiap tetes keringat mencari nafkah adalah bukti cinta,
Yang pantas dihargai setia, bukan dihancurkan oleh dusta. (*)







