BONE — LACAKTARGET.com // Pulang Tanpa Sapaan Terakhir Kelurahan Tippulue kini diselimuti duka yang tak terucap. Talib bin Beddu Daeng Makkelo, lelaki berusia 50 tahun yang setiap hari membelah ombak demi sesuap nasi, kini telah berpulang. Laut yang selama ini menjadi sahabatnya, kali ini memeluknya untuk selamanya.

Selasa sore, 13 Oktober 2026, pukul 17.00 WITA, ia melangkah berangkat — tak menyangka itu adalah perpisahan. Sebagai seorang pattabere, ia pergi mencari ikan di sekitar perairan Pelabuhan Bajoe, seperti yang telah ia lakukan sepanjang hidupnya. Namun kaki yang melangkah pergi, tak kembali dengan langkah yang sama.
Hari berganti malam, malam berganti siang. Matahari terbenam dan terbit lagi, namun sosok yang dinanti tak kunjung tampak di tepian. Hingga kabar yang paling menyakitkan itu datang — video penemuan sesosok tubuh terapung di perairan Cenrana, Kabupaten Bone, kamis 15/10/2026, menyayat hati keluarga yang menanti penuh harap. Kekhawatiran berubah menjadi air mata saat perahunya pun ditemukan di perairan Lamuru.
Basarnas telah berjuang membawanya pulang. Namun yang disambut kini bukanlah senyum dan cerita harianya, melainkan keheningan abadi yang membungkus raga yang tercinta. Tangis keluarga pecah — perpisahan ini terlalu cepat, tanpa sempat mengucap selamat jalan, tanpa sempat berpamitan.
Kepada keluarga yang ditinggalkan… tiada kata yang sanggup menghapus lara ini. Sabarlah, ikhlaskanlah. Sesungguhnya ia tidak pergi ke mana-mana — ia hanya mendahului kita ke rumah yang abadi. Laut telah menyelesaikan tugasnya, dan Tuhan lebih menyayanginya. Semoga keikhlasan kalian menjadi pelita yang menerangi perjalanannya menuju keabadian, dan semoga Allah menempatkannya di surga-Nya yang penuh cahaya.
Perjuangan para nelayan di tengah ombak mengingatkan kita: hidup ini tak pernah benar-benar di tangan kita. Setiap keberangkatan adalah amanah, dan setiap kepulangan adalah rahmat yang patut disyukuri.







