BONE — LACAKTARGET.com // Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman secara resmi melepas Karnaval Budaya dalam rangkaian puncak perhelatan Gau Maraja La Patau Matanna Tikka 2026, yang berpusat di halaman Rumah Jabatan Bupati Bone, Jalan Petta Ponggawae, pada Minggu (27/9/2026).

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Karnaval ini menjadi salah satu jantung kegiatan Gau Maraja 2026, yang mengusung semangat nyata: merefleksikan sekaligus melestarikan warisan luhur budaya dan kearifan asli Kabupaten Bone.

Upacara pelepasan dihadiri langsung oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bone Hj. Maryam A. Asman, Ketua DPRD Kabupaten Bone, jajaran Forkopimda, serta para pejabat utama lingkup Pemerintah Kabupaten Bone.

Kegiatan berlangsung sungguh semarak, diikuti peserta dari berbagai wilayah Sulawesi Selatan serta perwakilan penuh dari 27 kecamatan se-Kabupaten Bone. Bahkan, komunitas sepeda tua dari seantero Sulawesi Selatan turut hadir dan memeriahkan barisan karnaval.

Dalam kesempatan itu, Bupati Andi Asman Sulaiman menegaskan: pelaksanaan Gau Maraja bukan sekadar perayaan budaya, melainkan juga pendorong nyata bagi pemutaran roda perekonomian daerah.

“Karena antusiasme masyarakat dan peserta dari berbagai daerah, seluruh hotel di Bone terisi penuh. Dampaknya langsung terasa bagi usaha warga dan akan mendongkrak Pendapatan Asli Daerah,” ujarnya tegas.

Pemerintah Kabupaten Bone sepenuhnya mendukung dan mengapresiasi setiap rangkaian kegiatan yang menampilkan keindahan budaya — baik dari tanah kelahiran maupun dari daerah-daerah tetangga di Sulawesi Selatan.

“Kami sangat merespons positif seluruh kegiatan ini yang menampilkan nilai-nilai luhur budaya, dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan maupun dari 27 kecamatan di Kabupaten Bone,” tandas Bupati.

Budaya Harus Tetap Hidup, Jangan Sampai Tergerus Zaman

Bupati kembali menegaskan: Karnaval Budaya Gau Maraja bukan sekadar panggung hiburan, melainkan wujud nyata menjaga identitas dan jati diri bangsa agar warisan leluhur tetap hidup tak terkikis waktu.

Ia berharap generasi muda kelak tak hanya mengenal, tetapi juga mencintai dan meneruskan warisan budaya ini sebagai bagian tak terpisahkan dari diri mereka.

Bupati juga memberi apresiasi sekaligus motivasi khusus bagi seluruh kecamatan yang turut berpartisipasi. Ia menjanjikan tambahan anggaran berlipat ganda bagi pemenang, dengan syarat mulia: keberhasilan itu harus sejalan dengan kemajuan pembangunan serta peningkatan kesejahteraan warga.

“Kecamatan yang meraih juara satu akan mendapat tambahan anggaran dua kali lipat — dengan syarat berhasil menekan angka stunting, gizi buruk, kemiskinan ekstrem, dan mengantar warga menuju keluarga sejahtera,” tegasnya.

Semarak Budaya Bugis Bone Membara

Karnaval Budaya Gau Maraja 2026 berlangsung meriah dan gagah. Para peserta tampil mengenakan busana adat yang memukau, membawakan tarian turun-temurun, serta menampilkan kekayaan tradisi khas Bugis Bone yang memikat hati siapa saja yang menyaksikan.

Antusiasme yang meluap-luap dari peserta maupun penonton membuktikan: budaya kita tak pernah mati. Ia masih berdenyut kuat, dan layak terus dikembangkan serta diwariskan kepada anak cucu.

Melalui Gau Maraja 2026, Pemerintah Kabupaten Bone tak sekadar menggelar pesta budaya — ia menjalin persaudaraan antardaerah sekaligus menggerakkan roda ekonomi masyarakat, mulai dari pariwisata, perhotelan, kuliner, hingga usaha kreatif rakyat.

Share :