Bulukumba, – Ketua Asatu, AM Try Wahyudi Nur, mengungkapkan kekecewaannya terhadap kinerja Ketua DPRD Kabupaten Bulukumba yang baru. Kritik tersebut terkait dengan respons DPRD terhadap tuntutan aksi yang digelar beberapa hari lalu mengenai pembentukan Panitia Khusus (Pansus) terkait Dana Alokasi Khusus (DAK) 2024, Senin 02/12/2024.

Menurut Try, tuntutan aksi yang disampaikan sebelumnya belum mendapatkan tanggapan yang memadai. “Kami sangat menyayangkan sikap DPRD yang seolah lamban merespons tuntutan kami. Padahal, pembentukan Pansus DAK 2024 ini sangat penting untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas penggunaan dana tersebut,” ujarnya.
Lebih lanjut, Ketua Asatu menegaskan bahwa pihaknya akan kembali menggelar aksi dalam waktu dekat untuk menuntut kejelasan dari DPRD. “Kami tidak akan berhenti sampai tuntutan kami terpenuhi. Masyarakat Bulukumba berhak mengetahui bagaimana dana ini dikelola, karena ini menyangkut kesejahteraan rakyat,” tambahnya.
Asatu sebelumnya telah menggelar aksi damai di depan gedung DPRD Kabupaten Bulukumba, menuntut pembentukan Pansus guna mengawasi alokasi DAK 2024. Dalam aksi tersebut, massa mendesak agar DPRD segera mengambil langkah konkret untuk memastikan tidak ada penyalahgunaan dana.
Sementara itu, Ketua DPRD Bulukumba yang baru belum memberikan tanggapan resmi atas kritik dan tuntutan yang disampaikan oleh Asatu. Publik kini menantikan langkah konkret DPRD dalam merespons desakan tersebut.
Asatu berencana melibatkan lebih banyak elemen masyarakat dalam aksi lanjutan untuk menekan DPRD agar segera mengambil tindakan. “Ini bukan hanya perjuangan Asatu, tapi perjuangan semua warga Bulukumba yang peduli terhadap transparansi dan keadilan,” pungkas Ketua Asatu.







